> Intro

kami bergerak di bidang Penjualan barang dan jasa, yang menyediakan berbagai macam produk seperti perlengkapan CCTV, perlengkapan IT ( Komputer, laptop, hardware, software, wireless, dan integrasi sistem ).
berdiri pada tahun 2015, kami hadir memberikan layanan terbaik dengan harga terjangkau.
Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, Kami melayani secara profesional berbagai perusahaan maupun individu melalui berbagai produk unggulan dengan kualitas terbaik.
Program dengan pelayanan yang lengkap, mudah digunakan, instalasi yang cepat dan rapih serta teknisi kami yg berpengalaman.
Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan anda dengan rekomendasi produk pilihan terbaik dengan harga yg terjangkau.

CCTV (Closed Circuit Television) atau Televisi sirkuit tertutup

Closed Circuit Television (CCTV) atau Televisi sirkuit tertutup yang berarti menggunakan sinyal yang bersifat tertutup, tidak seperti televisi biasa yang merupakan sinyal siaran.

Penggunaan

Pada umumnya CCTV digunakan sebagai pelengkap keamanan dan banyak dipakai di dalam industri-industri seperti militer, bandara, toko, kantor, pabrik dan bahkan sekarang perumahan pun telah banyak yang menggunakan teknologi ini.

Perlengkapan

CCTV sebagai satu kesatuan system mempunyai beberapa perlengkapan yaitu:

  1. Kamera
  2. DVR (Digital Video Recorder)
  3. Monitor (output untuk cctv)
  4. Perlengkapan pendukung ( Kabel, adaptor, konektor, HDD )

- Kamera

Kamera CCTV ini berfungsi sebagai alat pengambil gambar, ada beberapa tipe kamera yang membedakan dari segi kualitas, penggunaan dan fungsinya 2 hal yang paling utama adalah, camera CCTV analog dan Camera CCTV Network dimana kamera analog menggunakan satu solid cable untuk setiap kamera yang berarti, setiap kamera akan harus terhubung ke DVR atau system secara langsung sedangkan Camera Network atau yang biasa di sebut IP Kamera, bisa menggunakan jejaring yang berarti akan menghemat dari segi installasi karena network bersifat pararel dan bercabang tidak memerlukan satu kabel khusus untuk tiap kamera dalam pengaksesannya.

- DVR

DVR (Digital Video Recorder). ini adalah system yang digunakan oleh kamera CCTV untuk merekam semua gambar yang di kirim oleh kamera dalam sistem ini banyak fitur yang bisa kita manfaatkan untuk pelengkap keamanan, salah satunya adalah merekam semua kejadian dan hasil rekaman ini yang biasa digunakan di dalam peradilan untuk membuktikan suatu kejadian dalam sebuah sistem kamera, jumlah dan kualitas rekaman akan ditentukan oleh DVR ini.

- Monitor

Monitor digunakan oleh kamera CCTV untuk menampilkan semua gambar yang di irim oleh kamera. Dalam sistem ini terdapat beberapa fitur yang bisa dimanfaatkan untuk pelengkap keamanan, termasuk LCD, LED, OLED TV, dan televisi pada umumnya yang dapat digunakan sebagai monitor untuk menampilkan keluaran dari CCTV dan DVR.

- HDD

Tugas dari sebuah hard disk adalah melakukan penyimpanan. Semua yang Anda simpan di komputer Anda ada di sebuah hard disk. Bukan hanya dokumen, gambar, musik, dan video. Program Anda, preferensi Anda, bahkan sistem operasi Anda—semuanya disimpan dalam hard disk komputer Anda.

- Perlengkapan Pendukung

Adaptor

Power Line Communication membuat sambungan kabel dengan menggunakan kabel listrik yang ada di rumah. Adaptor powerline tinggal yang dicolokan ke kamera CCTV.

  • Kabel Coaxial atau UTP

Kabel koaksial

Jenis kabel koaksial

Kabel koaksial ditemukan oleh Oliver Heaviside. Merupakan kabel yang terdiri dari dua buah konduktor, yaitu terletak di tengah yang terbuat dari tembaga keras yang dilapisi dengan isolator dan melingkar di luar isolator pertama dan tertutup oleh isolator luar. Kabel koaksial memiliki 3 bagian utama, yakni pelindung luar, pelindung berupa anyaman tembaga, dan isolator plastik.

Kabel koaksial memiliki kapasitas pita lebar (bandwidth) 10 Mbps dan kapasitas node 30 node. Kabel koaksial sering dipakai sebagai jalur transmisi untuk frekuensi sinyal radio.

Beberapa jenis kabel koaksial, yaitu:

  1. Kabel coaxial RG-62A/U: merupakan kabel berwarna hitam dengan inti berupa kabel serabut. Ukuran kabel ini kurang lebih 0.25 inch (6 mm) biasa di gunakan untuk penghubung kamera CCTV ke DVR
  2. Thin coaxial cable: merupakan kabel koaksial berdiameter rata-rata 5mm yang berwarna gelap dan banyak digunakan dikalangan radio amatir.
  3. Thick coaxial cable: merupakan kabel berdiameter rata-rata 12mm dan sering dikenal sebagai yellow cable.

Kabel UTP ( Unshielded twisted-pair )

Unshielded twisted-pair (disingkat UTP) adalah sebuah jenis kabel jaringan yang menggunakan bahan dasar mentega tembaga, yang tidak dilengkapi dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya yang rendah, fleksibel dan kinerja yang ditunjukkannya relatif bagus. Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari ketegangan fisik atau kerusakan tapi, tidak seperti kabel Shielded Twisted-pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi elektromagnetik. Kabel UTP memiliki impendansi kira-kira 100 Ohm dan tersedia dalam beberapa kategori yang ditentukan dari kemampuan transmisi data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.

Di antara semua kabel di atas, kabel Enhanced Category 5 (Cat5e) dan Category 5 (Cat5) merupakan kabel UTP yang paling populer yang banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet.

Kategori 1

Kabel UTP Category 1 (Cat1) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi terendah, yang didesain untuk mendukung komunikasi suara analog saja. Kabel Cat1 digunakan sebelum tahun 1983 untuk menghubungkan telepon analog Plain Old Telephone Service (POTS). Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat1 membuatnya kurang sesuai untuk digunakan sebagai kabel untuk mentransmisikan data digital di dalam jaringan komputer, dan karena itulah tidak pernah digunakan untuk tujuan tersebut.

Kategori 2

Kabel UTP Category 2 (Cat2) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 1 (Cat1), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara digital. Kabel ini dapat mentransmisikan data hingga 4 megabit per detik. Seringnya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan node-node dalam jaringan dengan teknologi Token Ring dari IBM. Karakteristik kelistrikan dari kabel Cat2 kurang cocok jika digunakan sebagai kabel jaringan masa kini. Gunakanlah kabel yang memiliki kinerja tinggi seperti Category 3, Category 4, atau Category 5.

Category 3

Kabel UTP Category 3 (Cat3) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 2 (Cat2), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara pada kecepatan hingga 10 megabit per detik. Kabel UTP Cat3 menggunakan kawat-kawat tembaga 24-gauge dalam konfigurasi 4 pasang kawat yang dipilin (twisted-pair) yang dilindungi oleh insulasi. Cat3 merupakan kabel yang memiliki kemampuan terendah (jika dilihat dari perkembangan teknologi Ethernet), karena memang hanya mendukung jaringan 10BaseT saja. Seringnya, kabel jenis ini digunakan oleh jaringan IBM Token Ring yang berkecepatan 4 megabit per detik, sebagai pengganti Cat2.

Tabel berikut menyebutkan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 3 pada beberapa frekuensi.

KarakteristikNilai pada frekuensi 10 MHzNilai pada frekuensi 16 MHz
Attenuation (pelemahan sinyal)27 dB/1000 kaki36 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk (NEXT)26 dB/1000 kaki23 dB/1000 kaki
Resistansi28.6 Ohm/1000 kaki28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi100 Ohm (±15%)100 Ohm (±15%)
Kapasitansi18 picoFarad/kaki18 picoFarad/kaki

Category 4

Kabel UTP Category 4 (Cat4) adalah kabel UTP dengan kualitas transmisi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 3 (Cat3), yang didesain untuk mendukung komunikasi data dan suara hingga kecepatan 16 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga 22-gauge atau 24-gauge dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini dapat mendukung jaringan Ethernet 10BaseT, tapi seringnya digunakan pada jaringan IBM Token Ring 16 megabit per detik.

Tabel berikut menyebutkan beberapa karakteristik yang dimiliki oleh kabel UTP Category 4 pada beberapa frekuensi.

KarakteristikNilai pada frekuensi 10 MHzNilai pada frekuensi 20 MHz
Attenuation20 dB/1000 kaki31 dB/1000 kaki
Near-end Cross-Talk41 dB/1000 kaki36 dB/1000 kaki
Resistansi28.6 Ohm/1000 kaki28.6 Ohm/1000 kaki
Impedansi100 Ohm (±15%)100 Ohm (±15%)
Kapasitansi18 picoFarad/kaki18 picoFarad/kaki

Category 5

Kabel UTP Category 5

Kabel UTP Category 5 (Cat5) adalah kabel dengan kualitas transmisi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP Category 4 (Cat4), yang didesain untuk mendukung komunikasi data serta suara pada kecepatan hingga 100 megabit per detik. Kabel ini menggunakan kawat tembaga dalam konfigurasi empat pasang kawat yang dipilin (twisted pair) yang dilindungi oleh insulasi. Kabel ini telah distandardisasi oleh Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA).

Kabel Cat5 dapat mendukung jaringan Ethernet (10BaseT), Fast Ethernet (100BaseT), hingga Gigabit Ethernet (1000BaseT). Kabel ini adalah kabel paling populer, mengingat kabel serat optik yang lebih baik harganya hampir dua kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan kabel Cat5. Karena memiliki karakteristik kelistrikan yang lebih baik, kabel Cat5 adalah kabel yang disarankan untuk semua instalasi jaringan.

KarakteristikNilai pada frekuensi 10 MHzNilai pada frekuensi 100 MHz
Attenuation20 dB/1000 kaki22 dB/1000 kaki
Near-end Cross-talk47 dB/1000 kaki32.3 dB/1000 kaki
Resistansi28.6 Ohm/1000 kaki28.6 Ohm/1000 kaki
Impendansi100 Ohm (±15%)100 Ohm (±15%)
Kapasitansi18 picoFarad/kaki18 picoFarad/kaki
Structural return loss16 dB16 dB
Delay skew45 nanodetik/100 meter45 nanodetik/100 meter

Enhanced Category 5

Kabel ini merupakan versi perbaikan dari kabel UTP Cat5, yang menawarkan kemampuan yang lebih baik dibandingkan dengan Cat5 biasa. Kabel ini mampu mendukung frekuensi hingga 250 MHz, yang direkomendasikan untuk penggunaan dalam jaringan Gigabit Ethernet, meskipun menggunaan kabel UTP Category 6 lebih disarankan untuk mencapai kinerja tertinggi.

Pengkabelan UTP Category 5

Pengabelan UTP Category 5 StraightPengabelan UTP Category 5 Crossover

Dalam menghubungkan jaringan Ethernet dengan menggunakan kabel UTP Category 5, terdapat dua strategi pengabelan, yakni Crossover cable dan Straight-through cable. Kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sama (NIC dengan NIC lainnya, hub dengan hub yang lainnya dan lain-lain), sementara kabel Crossover digunakan untuk menghubungkan NIC dengan hub atau NIC dengan switch dan lain-lain.

Shielded twisted pair (STP atau STP-A)

Shielded twisted pair atau STP adalah kabel pasangan berpilin yang memiliki perlindungan dari logam untuk melindungi kabel dari intereferensi elektromagnetik luar.

Konektor BNC

Miniatur konektor frekuensi radio quick connect / disconnect yang digunakan untuk kabel koaksial

INFORMATION

Pastinya ada yang bertanya apa sih BNC?, BNC itu adalah kepanjangan dari (Bayonet Neill-Concelman) yaitu sebuah jenis umum RF yang digunakan untuk kabel coaxial. Biasanya digunakan pada kabel coaxial untuk televisi, radio dan lain-lain. Konektor yang sangat umum yang sering digunakan adalah jenis RF untuk terminal coaxial cable. Konektor BNC adalah cara alternatif dari konektor RCA komposit bila digunakan untuk video pada perangkat video komersial.  konektor BNC memiliki fungsi :

A. Fungsi Konektor BNC 

  1. Menghubungkan antar kabel
  2. Menghubungkan kabel dengan perangkat jaringan lain
  3. Menghubungkan kabel ke T konektor
  4. Konektor bnc digunakan untuk koneksi sinyal :
  • Analog dan digital interface serial sinyal video
  • Amatir radio antena
  • Penerbangan elektronik
  • Peralatan uji

B. Spesifikasi Konektor BNC

BNC konektor ada di versi 50 dan 70ohm, digunakan pada dengan kabel impedances yang lain, mismatch kecil yang di abaikan di frekuansi rendah. 

C. Jenis-Jenis Konektor BNC

1. BNC rg59 Crimping Adalah digunakan sebagai penghubung antar kabel sebagai perangkat CCTV, baik monitor, DVR, maupun kamera.

2. BNC rg6 CrimpingSebuah konektor sebagai penghubung antar kabel dari perangkat CCTV.

3. BNC rg6 TwistDigunakan untuk menghubungkan kabel coaxial, dengan slot BNC yang terdapat CCTV kamera atau DVR.

4. BNC To BNCYaitu digunakan untuk menyambung kabel bnc rg6, bnc yang akan dihubungkan ke monitor, tv, DVR.

5. BNC-RCAYang bisa digunakan untuk merubah BNC menjadi RCA yang akan dihubungkan ke minitor atau TV.

Konektor Rj45

RJ45 adalah konektor kabel ethernet yang kebanyakan memiliki fungsi sebagai konektor pada topologi jaringan komputer LAN (Local Area Network) dan topologi jaringan lainnya.

RJ itu sendiri adalah singkatan dari Registered Jack yang merupakan standard peralatan pada jaringan yang mengatur tentang pemasangan kepala konektor dan urutan kabel, yang digunakan untuk menghubungkan 2 atau lebih peralatan telekomunikasi (Telephone Jack) ataupun peralatan jaringan (Computer Networking). Juga merupakan suatu interface fisik dari jaringan kerja (network) , untuk kegunaan telekomunikasi dan komunikasi data.

Konektor ini dapat anda temukan pada ujung kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) atau kabel STP (Shielded Twisted Pair) yang terhubung ke transceiver.

Konektor RJ45 memiliki fungsi untuk memudahkan penggantian pesawat telpon atau memudahkan untuk di pindah-pindah serta mudah untuk di cabut tanpa khawatir tersengat aliran listrik dan menghubungkan konektor LAN melalui sebuah pusat network.

Konektor RJ45 memiliki 8 buah pin. Pin pertama terdapat di paling kiri apabila pin RJ45 menghadap ke anda, di ikuti pin nomor 2, 3, 4 dan seterusnya.

Cara pemasangan kabel ke konektor:
1. Untuk memasang kabel ke konektor pastikan urutan kabel sudah benar.
2. Kemudian masukkan kabel pada konektor RJ45
3. Selanjutnya jepit konektor dengan menggunakan tang crimping
4. Setelah itu test koneksi kabel menggunakan tester kabel.

JARINGAN AREA LOKAL

 local area network (LAN) adalah jaringan komputer yang menyambungkan komputer dalam area terbatas seperti tempat tinggal, sekolah, laboratorium, kampus universitas, atau gedung kantor. Sebaliknya, jaringan area luas (WAN) tidak hanya mencakup jarak geografis yang lebih besar, tetapi juga umumnya melibatkan sirkuit telekomunikasi sewaan.

Ethernet dan Wi-Fi adalah dua teknologi paling umum yang digunakan untuk jaringan area lokal. Teknologi jaringan historis termasuk ARCNETToken ring, dan AppleTalk.

Sejarah

Meningkatnya permintaan dan penggunaan komputer di universitas dan laboratorium penelitian pada akhir 1960-an menghasilkan kebutuhan untuk menyediakan interkoneksi kecepatan tinggi antara sistem komputer. Sebuah laporan tahun 1970 dari Laboratorium Radiasi Lawrence yang merinci pertumbuhan jaringan "Gurita" mereka memberikan indikasi yang baik tentang situasi tersebut.

Perkembangan dan proliferasi komputer pribadi menggunakan sistem operasi CP/M pada akhir 1970-an. Cambridge Ring mulai dikembangkan di Universitas Cambridge sejak tahun 1974.Sistem berbasis DOS dimulai pada 1981, berarti bahwa banyak situs tumbuh hingga puluhan atau bahkan ratusan komputer. Kekuatan pendorong awal untuk jaringan adalah berbagi penyimpanan dan printer, yang keduanya mahal pada saat itu. Ada banyak antusiasme untuk konsep ini, dan selama beberapa tahun, dari sekitar tahun 1983 dan seterusnya, para pakar industri komputer akan secara teratur mendeklarasikan tahun yang akan datang sebagai, "Tahun LAN".

Pada tahun 1983, TCP / IP pertama kali ditampilkan mampu mendukung aplikasi departemen pertahanan yang sebenarnya pada tes bed LAN Badan Komunikasi Pertahanan yang terletak di Reston, Virginia. LAN berbasis TCP/IP berhasil mendukung aplikasi telekonferensi TelnetFTP, dan Departemen Pertahanan.

Selama periode yang sama, workstation Unix menggunakan jaringan TCP/IP. Meskipun segmen pasar ini sekarang jauh berkurang, teknologi yang dikembangkan di bidang ini terus berpengaruh di Internet dan di jaringan Linux dan Apple Mac OS X — dan protokol TCP/IP telah menggantikan IPXAppleTalkNBF, dan protokol lainnya. digunakan oleh LAN PC awal.

Pengkabelan

Ethernet awal (10BASE-5 dan 10BASE-2) menggunakan kabel koaksial. Twisted pair terlindung digunakan dalam implementasi IBM Token Ring LAN. Pada tahun 1984, StarLAN menunjukkan potensi unshielded twisted pair sederhana dengan menggunakan kabel kategori 3---kabel yang sama digunakan untuk sistem telepon. Ini mengarah pada pengembangan 10BASE-T (dan penerusnya twisted-pairnya) dan pemasangan kabel terstruktur yang masih menjadi dasar dari kebanyakan LAN komersial saat ini.

Sementara kabel serat optik biasa digunakan untuk tautan antar switch jaringan, penggunaan serat ke desktop jarang terjadi.

Media nirkabel

Dalam LAN nirkabel, pengguna memiliki gerakan tidak terbatas dalam area jangkauan. Jaringan nirkabel telah menjadi populer di tempat tinggal dan usaha kecil, karena kemudahan pemasangannya. Sebagian besar LAN nirkabel menggunakan Wi-Fi karena terintegrasi ke dalam ponsel cerdaskomputer tablet, dan laptop. Para tamu sering ditawari akses Internet melalui layanan hotspot.

Aspek teknik

Topologi jaringan menjelaskan tata letak interkoneksi antara perangkat dan segmen jaringan. Pada Lapisan taut data dan lapisan fisik, berbagai topologi LAN telah digunakan, termasuk ringbusmesh dan star.

LAN sederhana umumnya terdiri dari pemasangan kabel dan satu atau lebih switch. Switch dapat dihubungkan ke routermodem kabel, atau modem ADSL untuk akses Internet. LAN dapat mencakup beragam perangkat jaringan lain seperti firewallpenyeimbang muatan, dan deteksi intrusi jaringan.[8] LAN tingkat lanjut ditandai dengan penggunaan tautan redundan dengan sakelar yang menggunakan protokol spanning tree untuk mencegah loop, kemampuannya mengelola berbagai jenis lalu lintas melalui quality of service (QoS), dan kemampuannya untuk memisahkan lalu lintas dengan VLAN.

Pada lapisan jaringan yang lebih tinggi, protokol seperti NetBIOSIPX/SPXAppleTalk dan lain-lain dulunya umum, tetapi paket protokol Internet (TCP / IP) telah berlaku sebagai standar pilihan.

LAN dapat mempertahankan koneksi dengan LAN lain melalui leased line, layanan leased, atau melintasi Internet menggunakan teknologi jaringan pribadi virtual. Tergantung pada bagaimana koneksi dibuat dan diamankan, dan jarak yang terlibat, LAN terkait seperti itu juga dapat diklasifikasikan sebagai metropolitan area network (MAN) atau jaringan area luas (WAN).

SISTEM INTEGRASI


 

Pengertian Sistem Integrasi

Integrasi : adanya saling keterkaitan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.

Sistem integrasi (integrated system) merupakan sebuah rangkaian proses untuk menghubungkan beberapa sistem komputerisasi dan software aplikasi, baik secara fisik maupun secara fungsional. Sistem terintegrasi akan menggabungkan komponen sub-sub sistem ke dalam satu sistem dan menjamin fungsi-fungsi dari sub sistem tersebut sebagai satu kesatuan sistem.

Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari sistem Informasi Manajemen. Berbagi sistem dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluannya. Aliran informasi diantara sistem sangat bermanfaat bila data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya, atau output suatu sistem menjadi input bagi sistem lainnya. Secara manual juga dapat dicapai suatu integrasi tertentu, misalnya data dari satu bagian dibawa kebagian lain, dan oleh petugas administrasi data tersebut digabung dengan data dari sistem yang lain. Jadi kalau secara manual maka derajat integrasinya menjadi tinggi.

Konsep Integrasi sistem adalah yaitu suatu konsep sistem yang dapat saling berhubungan satu dengan yang lain dengan berbagai cara yang sesuai dengan keperluan. Hal ini sangat bermanfaat bila suatu data dalam file suatu sistem diperlukan juga oleh sistem yang lainnya atau output sustu sistem menjadi Input sistem lainnya.

Keuntungan dari integrasi sistem ini adalah membaiknya suatu arus informasi dalam sebuah organisasi. Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat. Keuntungan lain dari pengintegrasian sistem adalah sifatnya yang mendorong manajer untuk membagikan (mengkomunikasikan) informasi yang dihasilkan oleh departemen (bagian) nya agar secara rutin mengalir ke system lain yang memerlukannya.

Suatu pelaporan biasanya memang memerlukan waktu, namun demikian akan semakin banyak informasi yang relevan dalam kegiatan manajerial yang dapat diperoleh bila diperlukan. Keuntungan ini merupakan alasan yang kuat untuk mengutamakan (mengunggulkan) sistem informsi terintegrasi karena tujuan utama dari sistem informasi adalah memberikan informasi yang benar pada saat yang tepat.

Integrasi informasi dari sebuah sistem diperlukan karena :

1.   Adanya kebutuhan konstituen untuk bekerja sama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam suatu pemerintahan.

2.  Terjadinya pengolahan data antar sistem informasi tiap OPD yang saling terkait, sehingga untuk melengkapi suatu informasi dibutuhkan proses pertukaran data dengan sistem informasi yang lain.

3.    Dapat memungkinkan penyediaan realtime pengaksesan data.

4.    Mengubah data untuk analisis dan pertukaran data, mengatur penempatan data untuk kinerja.

 

Untuk Membangun Sistem Integrasi ada beberapa metode pilihan yang dapat kita gunakan, diantaranya adalah

1.  Vertical Integration, merupakan proses mengintegrasikan sub-sub sistem berdasarkan fungsionalitas dengan menghubungkan sub-sub sistem yang sudah ada tersebut supaya bisa berinteraksi dengan sistem terpusat dengan tetap berpijak pada arsitektur sub sistem yang lama.

2.  Star Integration, atau lebih dikenal sebagai spaghetti integration, adalah proses mengintegrasikan sistem dengan cara menghubungkan satu sub sistem ke semua sub-sub sistem lainnya.

3.   Horizontal Integration, atau ada yang mengistilahkan dengan Enterprise Service Bus (ESB), merupakan sebuah metode yang mengintegrasikan sistem dengan cara membuat suatu layer khusus yang berfungsi sebagai interpreter, dimana semua sub-sub sistem yang sudah ada akan berkomunikasi ke layer tersebut. Model ini lebih menawarkan fleksibilitas dan menghemat biaya integrasi, karena yang perlu difokuskan dalam implementasi proses pengintegrasian hanya layer interpreter tersebut.  Untuk menangani ekspansi proses kerja juga hanya perlu diimplementasikan di layer interpreter itu juga, dan sub sistem baru yang akan menangani interface dari proses bisnis ekstensi tersebut akan berkomunikasi langsung ke layer dan layer akan menyediakan keperluan-keperluan data/interface untuk sub sistem lain yang memerlukannya. Metode Enterprise Service Bus (ESB) ini memiliki banyak kelebihan jika diadopsi dalam merancang arsitektur sistem terintegrasi, yaitu antara lain :

a.    Lebih cepat dalam melakukan penyesuaian dengan sistem yang telah ada

b.  Meningkatkan fleksibilitas, mudah untuk diperbaharui mengikuti perubahan keperluan sistem (system requirements)

c.    Membuat standar sistem sehingga bisa diaplikasikan di sub sistem mana pun

d.    Porsi pekerjaan software development lebih banyak di “konfigurasi” daripada “menulis code” untuk integrasi

e.    Dapat diterapkan mulai ruang lingkup kecil hingga di level enterprise

Namun metode horizontal integration atau Enterprise System Bus (ESB) yang tampaknya ideal ini bukan berarti tidak ada kelemahan. Beberapa kelemahan yang cukup signifikan pengaruhnya antara lain :

1.   Pembuatan standar sistem dalam Enterprise Message Model banyak berkutat di aspek analisis dan manajerial, biaya analisis benar-benar tinggi karena perlu berkolaborasi dengan analis-analis yang bertanggung jawab terhadap arsitektur dan desain sistem-sistem yang telah ada.

2.    Secara khusus memerlukan perangkat keras (hardware) yang spesifik, seperti misalnya business-logic-server yang independen dan tidak integral dengan salah satu atau sebagian dari sub sistem yang telah ada.

3.    Perlu tambahan tenaga (SDM) berupa Middleware Analyst yang akan mengkonfigurasi, merawat, dan mengoperasikan layer Enterprise Service Bus.

4.  Karena biasanya ESB mempergunakan XML sebagai bahasa komunikasi antar sistem, tentu akan memerlukan resources dan komputasi berlebih untuk melakukan parsing-reparsing dalam komunikasi data.

5.  Memerlukan effort yang cukup tinggi dalam mengimplementasikan ESB karena cukup banyak layer/tingkatan aplikasi yang harus ditangani, tidak hanya aplikasi-aplikasi interface dari sub-sub sistem saja, melainkan juga layer interpreter yang juga memiliki karakteristik sebagai aplikasi juga.



> Produk Unggulan


Produk Unggulan

Cart
Your cart is currently empty.